Jumat, 02 Maret 2012

Tips Memilih Karir dan Pekerjaan

“Setiap orang hakikatnya sedang melakukan gambling ketika memilih karir atau pekerjaan. Ia harus mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk itu.” 

DR. HARRY EMERSON FOSDICK
MENGAPA HARUS MINAT?
Satu hal yang biasanya paling sulit dilakukan anak muda yang mulai mencari kerja adalah memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan diri mereka. Mengapa harus sesuai? Menurut penelitian yang dilakukan sejumlah psikolog di Amerika diketahui memilih bidang pekerjaan yang sesuai ternyata tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi keuangan semata, tapi juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan fisik dan jiwa kita.

Hubungan Pekerjaan dengan Kesehatan. “Banyak anak-anak muda yang memulai hidupnya dengan penuh gairah dan mimpi indah, akhirnya tiba pada usia empat puluh tahun dalam keadaan frustrasi bahkan menderita gangguan mental,” kata Dale Carnegie, penulis buku psikologi populer asal Amerika. “Dan ini bukan sesuatu yang mengherankan,” katanya lagi, “jika saja Anda mengetahui begitu banyaknya kecemasan, penyesalan, dan frustrasi yang timbul karena salah dalam memilih pekerjaan.”
Penyebabnya? Karena mereka merasa tidak bahagia dengan pekerjaannya!

“Tidak ada yang lebih patut dikasihani,” kata Edna Carr, konsultan karir ternama yang pernah mewawancarai ribuan tenaga kerja untuk DuPont Company, “selain orang-orang yang tidak memperoleh apa-apa dari pekerjaannya kecuali gajinya semata.”

Hal senada diungkapkan Dr. William Meninger, psikiater tersohor yang pernah melakukan penelitian di Angkatan Darat Amerika. Ia mengatakan, “Kami banyak belajar di dinas tentara tentang pentingnya proses seleksi dan penempatan kerja. Tentang pentingnya menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Ketika seseorang merasa salah ditempatkan, ketika seseorang merasa kurang dihargai sebagaimana mestinya, ketika seseorang percaya bakat dan kemampuannya telah disalah-gunakan, maka di situlah kita akan menemukan ’korban-korban peperangan psikologis’ yang sesungguhnya.” 

Menurut penelitian tentang umur panjang yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Raymond Pearl dari Universitas Johns Hopkins diketahui bekerja di bidang pekerjaan yang sesuai adalah faktor penting yang mendukung seseorang berumur panjang.

Alasannya? Karena orang yang bekerja di bidang pekerjaan yang sesuai dengan dirinya akan senantiasa merasa bahagia dengan pekerjaannya. Mereka tidak akan pernah mengalami kecemasan, stres, penyesalan, dan kekecewaan yang seringkali menjadi faktor pemicu timbulnya berbagai penyakit fisik dan emosional pada diri seseorang. Aneka macam penyakit yang jika dibiarkan tumbuh dan berkembang akan memperpendek usia seseorang.

Dr. A. A. Brill, seorang psikiater kenamaan yang lain, mengatakan, “Seratus persen kelelahan yang dialami pekerja kantor muncul akibat tekanan psikologis bernama faktor emosional. Kejenuhan, kemarahan yang dipendam, perasaan kurang dihargai, perasaan tidak berguna, perasaan dikejar waktu, kecemasan, adalah faktor-faktor emosional yang membuat lelah pekerja kantor. Menjadikan mereka rentan terhadap penyakit flu, mengurangi kinerjanya, dan membuatnya pulang ke rumah dengan membawa sakit kepala.”

Pendapat serupa dikemukakan Sue Browder, penulis buku laris Eight Easy Ways to Look and Feel Years Younger. Ia mengatakan, “Stres yang timbul akibat ketidakpuasan di tempat kerja bisa membuat Anda terlihat letih dan lelah. Ini pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya sejumlah penyakit tertentu. Penelitian yang dilakukan oleh Northwestern Life Insurance beberapa tahun lalu juga menemukan bahwa separuh orang yang bekerja di bidang pekerjaan yang penuh dengan ketegangan dan tekanan seringkali menderita sakit kepala, sakit flu, radang pencernaan, bronchitis, dan pneumonia.”

Douglas LaBier, Direktur Center for Adult Development, Washington DC, juga sependapat dengan hal itu. Ia mengatakan, “Seringkali orang merasakan sakit punggung, sakit kepala, atau sakit perut selama hari kerja. Namun saat akhir pekan tiba, gejala tersebut hilang secara misterius untuk kemudian muncul kembali pada Senin paginya.”

Menurut Deepak Chopra, penulis Magical Body, Magical Mind, mayoritas serangan jantung di Amerika terjadi pada hari Senin pukul sembilan pagi. Alasan yang paling banyak dikemukakan para korbannya adalah ketidakpuasan di tempat kerja.

Para peneliti dari Universitas California, Los Angeles, juga menemukan orang-orang yang pernah bekerja selama sepuluh tahun di lingkungan kerja yang penuh ketegangan dan tekanan akan lima kali lebih banyak beresiko terkena berbagai jenis penyakit kanker dibanding mereka yang menikmati pekerjaannya.

Sumber: Buku Kiat Jitu Mendapatkan Pekerjaan Idaman (Edwin Solahuddin, Penerbit Escaeva, 2008)

Perbedaan Pekerjaan dan Karir

Selama ini kebanyakan orang terpaku pada rutinitas kerja dan tanpa disadari menyebabkan pada pemenuhan atas tuntutan dapur ngebul semata sehingga tidak mampu mengoptimalkan passion atau optimalisasi diri atas apa yang disukainya.
Bahkan, kebanyakan pekerja tidak mampu membedakan antara pekerjaan dan karir. Berbedakah?

"Karir berbeda dengan pekerjaan. Kalau pekerjaan merupakan sepenuhnya milik perusahaan sementara karir sepenuhnya mengenai diri sendiri dan demi  kebaikan
individu itu sendiri," kata Career Coach Rene Suhardono, saat berbincang di sela launching buku ‘Your Job is Not Your Career’ terbitan Literati, di Restoran Suis Butcher, Plaza Dago, Senin (5/4/2010) sore.

Ia mencontohkan segala tindak tanduk yang dilakukan seorang karyawan dalam sebuah perusahaan yang harus mengikuti pola peraturan perusahaan. "Namun pada
kenyataannya berbeda dengan apa yang dilakukan," pungkas laki-laki jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Hal serupa ternyata juga terjadi di dunia enterpreuner. Tidak dipungkiri Rere, sebagian orang memilih dunia enterpreneur demi pemenuhan kebutuhan hidup dan bukan atas minat dan kecintaannya atas dunia yang digeluti. Orang cenderung memilih pada tren pekerjaan yang tengah digandrungi banyak orang.

"Nggak hanya sekadar enterpreneur tapi juga menjalankan panggilan hati," terang penulis, penikmat makanan, sekaligus pengagum karya Napoleon Bonaparte ini.
Satu kunci yang dapat memunculkan passion seorang pekerja sehingga membuat apa yang dikerjakannya tersebut dapat dicintai sepenuh hati dan bukan atas dasar tekanan dan kebutuhan semata.

"Jujur terhadap diri kita sendiri atas apa yang kita kerjakan apakah sesuai dengan minat kita atau tidak," tuturnya.

Ia menambahkan, fenomena lain yang sering dijumpai dalam dunia kerja adalah ketika pekerja tersebut mempertanyakan pengangkatan mereka menjadi karyawan
dalam sebuah perusahaan setelah sekian lama menunggu kepastian.
"Berpikir apa yang telah kita berikan perusahaan kepada kita, sudah layak kah kita untuk itu dengan apa yang kita lakukan?" katanya.

Dalam buku teranyarnya itu, Rere memberikan beragam cara untuk memunculkan passion yang ada di dalam diri setiap orang yang dijabarkan ke dalam dua buku.
‘Your Job is Not Your Career’ terbagi ke dalam 160 halaman dan 2 bagian.
Bagian pertama akan mengulas mengulas karir, pekerjaan, dan esensi kesuksesan melalui perspektif passion, mission, motivation dan action.

Sementara di dalam buku kedua ’Career Snippet-embrace Your Passion. Live a life of action. Build Our Nation, terdiri dari 190 halaman. Dalam bagian kedua ini
Rere membeberkan tips praktis seputar karir dan pekerjaan, serta kumpulan dengan para tokoh yang sukses menempa jenjang karirnya.
(ahy/dip)

Sumber

Jumat, 13 Januari 2012

7 Kiat Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ) di Kantor

Emosi adalah hal begitu saja terjadi dalam hidup Anda. Anda menganggap bahwa perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, bosan, dan sebagainya adalah akibat dari atau hanya sekedar respon Anda terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada Anda.
Membahas soal emosi maka sangat kait eratannya dengan kecerdasan emosi itu sendiri dimana merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres.
Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.  Nah, agar kecerdasan emosional Anda terjaga dengan baik, berikut 7 ketrampilan yang harus Anda perhatikan dan tak ada salahnya Anda coba:
Mengenali emosi diri
Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian.
Melepaskan emosi negatif
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.
Mengelola emosi diri sendiri
Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.
Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda.
Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.
Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional–menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati–adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.  Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.
Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.
Mengelola emosi orang lain
Jika ketrampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia.
Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.
Memotivasi orang lain
Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.
Jadi, sesungguhnya ketujuh ketrampilan ini merupakan langkah-langkah yang berurutan. Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri kalau Anda tidak dapat mengenali dan mengelola emosi diri sendiri. Setelah Anda memiliki kemampuan dalam memotivasi diri, barulah kita dapat memotivasi orang lain.
Sumber

Kamis, 12 Januari 2012

Ibu Bekerja Lebih Bahagia?

SEBUAH studi di Amerika menemukan, para ibu yang bekerja lebih sehat dan lebih bahagia daripada mereka yang memutuskan tinggal di rumah dengan anak-anak mereka yang berusia sangat muda. Apa pasal?

Ditulis dalam “Jurnal Psikologi Keluarga American Psychological Association”, seperti disitat dari Shine, terdapat keuntungan yang diperoleh para ibu yang bekerja, sekalipun itu bekerja paruh waktu atau bekerja penuh. Pekerjaan di luar rumah yang dimiliki seorang ibu, nampaknya menjadi salah satu faktor pendukung kesejahteraan pada diri ibu.

Para peneliti mewawancarai 1.364 ibu yang memiliki anak bayi atau berusia prasekolah, dengan berbagai varian latar belakang. Mereka lalu terkejut menemukan bahwa ibu yang bekerja mengalami keseimbangan kehidupan yang lebih baik, menjadi lebih peka terhadap kebutuhan anak, kurang memiliki gejala depresi, dan lebih mungkin membagi tugas rumah tangga dengan pasangan.
Peneliti Buehler dan O'Brien menjelaskan, secara teoritis, partisipasi seorang ibu dalam pekerjaan di luar rumah menyediakan dukungan dan sumber daya, di mana hal ini tidak diperoleh ibu yang menghabiskan waktu sepenuhnya di rumah bersama anak yang berusia sangat muda atau prasekolah. Bisa juga dengan penjelasan bahwa ibu yang seharian berada di rumah bersama bayi atau balita mereka akan jauh lebih stres terkait dengan pengasuhan anak, dan mereka mungkin akan sedikit lega manakala anak telah melewatkan sebagian waktu mereka di sekolah.
"Sumber daya eksternal kemudian berkontribusi untuk pribadi ibu dan kesejahteraan ibu,” katanya.

Sumber

Kerja Versus Karir

Pekerjaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu hal dimana seseorang diharapkan atau wajib melakukan kerja sebagai kewajibannya, terutama tugas tertentu dilakukan sebagai bagian dari rutinitas untuk harga yang disepakati. Melalui pekerjaan, seseorang bisa mendapatkan penghasilan untuk mendukung kebutuhan dasar dirinya, keluarga atau teman. Pekerjaan juga dapat dipandang sebagai suatu kontrak antara majikan dan pekerja. Pada perusahaan komersial, tujuan dasar dari pekerjaan adalah untuk menciptakan keuntungan bagi majikan, dan karyawan memberikan kontribusi tenaga kerja untuk perusahaan, dengan imbalan pembayaran upah, atau opsi saham, dll

Orang-orang terlibat di berbagai jenis pekerjaan dengan hanya satu hal dalam pikiran, bagaimana bayarannya. Tak heran mengapa orang sering berganti pekerjaan sesering mungkin. Mereka tidak pernah merasa cukup; selalu bergerak ke tingkat berikutnya segera setelah mereka mengenali kesempatan untuk mendapatkan upah lebih banyak. Hal ini mengungkap satu fakta, pekerjaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan, sehingga seorang karyawan selalu akan meninggalkan pekerjaan yang tampaknya tidak mampu menjalankan fungsinya dan pindah ke pekerjaan lain yang menjanjikan imbalan yang lebih baik.

Karir adalah mengejar ambisi seumur hidup atau berjalan ke arah tujuan seumur hidup. Sebuah karir dibangun dari waktu ke waktu. Sebuah karir meskipun mungkin tidak tampak cukup menguntungkan untuk pemula, dalam jangka panjang bisa menjadi sumber penghasilan yang sangat besar. Karir juga ditandai dengan melakukan apa yang dicintai. Anda tidak memilih karir jika anda tidak cinta.

Sementara pekerjaan adalah untuk memenuhi kebutuhan, karir berarti lebih banyak lagi. Ini bersangkutan dengan kepuasan finansial dan emosional. Ini berkaitan tentang pemenuhan mimpi seumur hidup, serta prestasi seumur hidup. Suatu pekerjaan bisa jadi untuk  jangka pendek karena dapat dihentikan kapan saja oleh majikan atau bahkan karyawan sendiri, sementara karier adalah jangka panjang.

Dalam Fountainhead Ayn Rand, protagonis utama, Howard Roark mencari karir dan sahabatnya Peter Keating hanya mencari pekerjaan. Itu sebabnya pada akhirnya Roark membangun beberapa bangunan terbaik menggunakan keterampilan, pengalaman dan imajinasi. Di sisi lain, temannya Peter Keating bekerja hanya pada arsitektur tua. Dia bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Hal ini menunjukkan karir yang mungkin lebih menguntungkan dari pekerjaan di jangka panjang.

Selain itu, pekerjaan berakhir ketika seorang karyawan harus pensiun suatu hari terutama ketika usia tua dan majikan melihat dirinya mulai kurang berkontribusi untuk perusahaannya, karena penelitian telah menunjukkan bahwa ada tujuh ribu sel-sel otak yang hilang saat kita mencapai usia tiga puluh lima. Karir tidak bisa berakhir selama itu tidak memerlukan fisik banyak, bahkan pada usia tua. Pada akhirnya, saya sampai pada kesimpulan bahwa baik pekerjaan dan karir mungkin memiliki kepentingan yang berbeda untuk orang yang berbeda dimana sebagian orang mungkin memilih untuk melakukan pekerjaan terlebih dahulu untuk mengumpulkan modal sebelum memulai karir mereka.

Minggu, 25 Desember 2011

Inspirasi Saat Kerja

Kehabisan Inspirasi dan Ide Saat Bekerja
Hindari pola dan berpikir terkotak
Ada kalanya dalam bekerja anda tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Akibat pikiran yang terlalu overload pada akhirnya justru anda bingung sendiri dan kehabisan ide. Sebenarnya mudah saja menjadi wanita yang kreatif.

Namun, perlu diingat bahwa kreatifitas tidak akan muncul dengan sendirinya karena meskipun kita memiliki bakat kreatif, bila tidak pernah diasah maka tidak akan mungkin menghasilkan sebuah kreatifitas. Kreatifitas merupakan suatu cara untuk menghasilkan sesuatu yang inovatif. Hasil kreatifitas tidak harus sesuatu hal yang sifatnya orisinil, tetapi bisa sesuatu yang berbeda, baik itu yang berupa ide maupun tindakan.

Kreatifitas juga dapat diidentifikasikan sebagai kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengambil  elemen-elemen yang sudah ada dan mengkombinasikannya dengan cara yang baru.

Setiap orang pada dasarnya kreatif. Setiap tindakan kita menghasilkan sesuatu merupakan wujud dari kreatifitas yang kita miliki. Contoh kecilnya saja, pasti anda pernah merubah tata  letak kamar, atau memadu padankan pakaian kerja anda.

Semua tindakan yang kita  lakukan sebenarnya melalui proses pemikiran kreatif. Anda juga pasti sering mencari solusi dari berbagai masalah dalam kehidupan.
Misalnya saja saat sedang kehabisan uang untuk kencan dengan kekasih, maka anda mengganti jadwal dengan menonton dvd di rumah.

Solusi-solusi  semacam itu sebenarnya adalah tindakan kreatif yang tidak pernah anda sadari.

Sebenarnya salah satu penghambat kreatifitas adalah diri anda sendiri. Seringkali sebelum melakukan suatu tindakan, anda sudah menjustifikasi bahwa anda tidak bisa melakukan hal tersebut.
Biasanya  hal tersebut secara otomatis akan timbul karena  sudah memiliki perasaan negatif terlebih dulu, seperti takut dikritik, takut  gagal, takut dikomentari negatif atau menciptakan sesuatu di luar kebiasaan.

Mulai sekarang, cobalah hindari kata ”saya tidak bisa” karena hasil yang anda dapatkan akan berwujud seperti itu. Selain itu, hambatan budaya seperti  larangan untuk “keluar jalur” atau bertindak di luar konteks juga dapat menurunkan tingkat kreatifitas kita.

Sistem pendidikan ternyata pun turut mendukung tidak terciptanya iklim yang kreatif. Coba ingat, seringkali dalam ujian, seringkali menjawab soal ujian dalam bentuk pilihan benar atau salah.
Padahal,jenis pertanyaan seperti itu justru tidak mendorong berpikir  kreatif. Keterpakuan cara pandang terhadap sesuatu hal dapat menghambat proses berpikir kreatif. Kalau anda hanya memikirkan sebuah jepit rambut khusus untuk rambut saja, anda tidak akan pernah bisa kreatif.

Padahal, sebuah jepit rambut dapat dialih fungsikan menjadi hiasan dinding, penjepit rambut kertas, atau bahkan pembatas buku. Cara pandang atau berpikir anda yang ‘terkotak-kotak’ juga dapat menghambat proses kreatifitas. Jika mendengar kalimat ‘kucing melihat tikus’, pasti sebagian besar menyangka bahwa kucing tersebut yang akan mengejar tikus. Padahal bisa saja yang terjadi justru sebaliknya.

Si kucing, yang ternyata masih berusia dua minggu lari ketakutan melihat tikus yang badannya dua kali lebih besar daripadanya. Jika anda ingin kreatifitas semakin tinggi, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengizinkan diri anda untuk mengasah kreatifitas diri.

Keyakinan diri yang menegaskan bahwa  anda  dapat menghasilkan sesuatu yang kreatif akan tertanam dan secara tidak sadar akan mendorong anda untuk menciptakan suatu hal yang  kreatif.
Jangan pernah ragu untuk menjadi ‘gila’.

Kalau anda sedang mati gaya atau kehabisan ide, berdirilah di tengah ruangan dan tutup mata kita. Berputarlah di tempat sampai kehilangan orientasi lalu berjalanlah lurus sampai anda menyentuh sesuatu. Buka mata anda dan gunakan benda yang anda sentuh itu sebagai ‘ subjek’ untuk mencari ide.

Berdasarkan penelitian, tentang aura dan terapi warna, ternyata warna ungu dapat meningkatkan kemampuan otak kanan yang sangat berperan penting dalam hal kreativitas. Warna ungu dapat merangsang munculnya ide dan pemikiran kreatif. Jika memungkinkan, lebih baik kelilingi lingkungan kerja anda dengan warna ungu, entah melalui pakaian, hiasan meja atau dinding kamar.

  • Memancing Kreatifitas
    Untuk menimbulka kreatifitas haruslah ada niatan yang kuat dari diri sendiri. Berikut beberapa tips agar kreatifitas bisa muncul dengan cara memancingnya.
  • Catat ide-ide yang ada di dalam kepala
    Gunakan juga gambar untuk memperjelas ide anda. Simpan juga benda-benda yang dapat membangkitkan memori dan taruh di tempat yang mudah dibuka. Aplikasikan juga cara lama dengan ide yang baru saja muncul ditambah dengan sentuhan pribadi. Misalnya saja, baju lama yang sudah membosankan dapat anda tambahkan hiasan-hiasan berupa kancing warna-warni.
  • Jangan pernah merasa takut atas kegagalan
    Terkadang anda harus mencoba beratus kali untuk mendapatkan  hasil yang sempurna. Eksperimen yang anda lakukan berulang kali akan membuka pikiran mengenai kesalahan yang selama ini anda lakukan. Namun, lakukan suatu hal yang memang anda kuasai bila memang merasa tidak mampu untuk menciptakan suatu kreatifitas lagi.
  • Istirahat sebentar
    Bila  anda sudah benar-benar kehabisan ide, maka istirahatlah. Terlalu lama mengerjakan suatu hal bisa membuat anda merasa jenuh. Sisihkan waktu sejenak untuk rileks, bersenang-senang atau hang out, terbukti mampu menjernihkan otak yang sudah mulai overload. Jika setiap hari anda sudah penat dengan kemacetan ibu kota, maka beristirahatlah dengan bepergian ke luar kota.
  • Buka mata, telinga dan hati
    Agar mendapatkan inspirasi yang kreatif, anda harus selalu membuka diri dan sensitif terhadap lingkungan sekitar. Cobalah perhatikan hal-hal kecil di sekitar anda. Misalnya saja percakapan dua anak kecil atau orang yang melintas di hadapan anda.
  • Banyak bergaul dengan orang-orang yang kreatif
    Cari teman yang kreatif sehingga anda dapat bertukar pendapat dengannya. Sisihkan waktu minimal sepuluh menit setiap hari sekedar untuk mengobrol dan brain stroming dengannya supaya kreatifitasnya menular.
  • Latih otak kanan
    Sering mencatat dalam bentuk tulisan kurang bermanfaat untuk meningkatkan kreatifitas bila tidak ditunjang dengan gambar dan ingatan visual. Tingkatkan kepekaan anda akan hal-hal seperti gambar, simbol, bentuk dan warna karena biasanya dilakukan oleh otak kanan.

Inspirasi, Kisah Seseorang yang Ditolak Bekerja di Microsoft

Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai 'office boy' di Microsoft. Manajer HR mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.
"Anda diterima bekerja. Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja," kata Manajer HR.
Pria itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email."
"Maafkan aku, jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan," tambah Manajer HR.
Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $10 di saku, Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10 kg peti tomat.
Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah. Dalam waktu kurang dari dua jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya.
Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $60. Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan dagangannya hari demi hari.
Uuang keuntungan yang didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari. Tak lama, ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri.
5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer terbesar di Amerika Serikat. Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.
Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan. Ketika percakapan, broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi.
Pria itu menjawab, "Aku tidak punya email."
Broker itu penasaran dan ingin tahu mengapa ia tidak punya email, "Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki email?"
Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, "Ya, aku akan menjadi seorang office boy di Microsoft!!"
Pesan dari cerita diatas:
Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup terlalu lama sehingga tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. Jangan pernah berhenti berusaha dan jangan menyerah karena gagal, serta berani melangkah.

Sumber :
apasih.com