Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012

Tim Kerja Solid = Kerja Sukses

Ita, baru saja diangkat menjadi project leader sebuah tim kerja untuk mempersiapkan konser musik yang akan diorganisir oleh sebuah event organizer, tempatnya bekerja. Sayangnya, Ita tak menyangka ia akan bertemu dengan partner kerja, yang menurutnya “tidak bisa mengimbangi” cara kerjanya. “Beda sekali dengan ketika saya masih di divisi yang lama, teman-teman sudah punya visi yang sama tentang apa yang ingin kita dapatkan. Tapi kalau ini, wah saya nyerah deh, sepertinya tiap orang punya keinginan yang berbeda, “keluhnya tentang team yang dipimpinnya saat ini.

Tim kerja merupakan kumpulan yang terdiri atas individu-individu, yang memiliki perbedaan sifat dan kepentingan. Fokus utama seorang leader dalam tim kerja adalah memberi gambaran terhadap tujuan serta menyamakan visi dari setiap individu agar tujuan bisa tercapai. Alur kerjasama dan pembagian tugas yang pada prakteknya adalah sesuatu yang sensitif, sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah tim kerja yang solid.

Percaya atau tidak, seringkali leader-lah yang menjadi sorotan utama keberhasilan atau kegagalan pekerjaan tim yang dipimpinnya. Kita lanjutkan dengan kisah Ita tadi, “Bos terlanjur mengecap bahwa Sayalah yang tidak bisa meng-handle teman-teman. Padahal kenyataannya, mereka yang tidak menjalankan apa yang sudah diinstruksikan.” Sebenarnya ‘mencari kambing hitam’ tak perlu dilakukan, toh…penilaian sudah dilakukan. Justru, Anda harus segera ‘menanggalkan’ status leader untuk sementara waktu dan berusaha mencari tahu masalah internal apa yang sebenarnya terjadi dalam tim kerja ini.

Gary S. Topchik, pengarang Managing Workplace Negativity, mengatakan terkadang ‘aura negatif’ tidak datang dari leader tetapi bisa juga dari ‘anak buah’. Seribu satu cara bakal mereka lakukan demi mencapai kepentingannya masing-masing. Tak perlu bingung menghadapi ‘anak buah’ yang seperti ini, sebaliknya coba lakukan beberapa strategi berikut:

Kenali individu yang membawa ‘aura negatif’ di tim Anda. Pakailah intuisi untuk mengenali pribadi masing-masing anggota tim. Perlu ekstra kerja keras memang… jangan lupa untuk mengeyampingkan subjektifitas pribadi.
Mencari akar permasalahan. Faktor permasalahan bisa timbul dari beberapa hal. Misalnya, masalah pribadi individu, suasana kerja yang tidak nyaman atau tingkat pekerjaan yang sulit. Strateginya adalah berempati terhadap apa yang dihadapi anggota tim. Misalnya “Kamu kelihatan stress, ada yang bisa saya bantu?”

Kenali individu yang membawa ‘aura negatif’ di tim Anda. Pakailah intuisi untuk mengenali pribadi masing-masing anggota tim. Perlu ekstra kerja keras memang… jangan lupa untuk mengeyampingkan subjektifitas pribadi.
Mencari akar permasalahan. Faktor permasalahan bisa timbul dari beberapa hal. Misalnya, masalah pribadi individu, suasana kerja yang tidak nyaman atau tingkat pekerjaan yang sulit. Strateginya adalah berempati terhadap apa yang dihadapi anggota tim. Misalnya “Kamu kelihatan stress, ada yang bisa saya bantu?”

Selasa, 08 Mei 2012

Kriteria Lingkungan Kerja Ideal

Pada akhir pekan, bila kita membaca koran, akan terlihat bagaimana
perusahaan atau organisasi nirlaba berlomba mencari pekerja andal. Dan
setiap iklan sudah pasti mencantumkan karakteristik atau prasyarat yang
dicari dari calon pegawai. Memang, intinya, karakteristik calon pegawai
yang dicari mirip satu sama lain sehingga peluang di antara mereka
tampak semakin besar. Akan tetapi, mengapa tidak ada yang berpikir untuk
beriklan mencari tempat kerja yang diinginkan? Misalnya, ?Pegawai
berdedikasi tinggi, dengan pengalaman mendalam, mencari perusahaan
idaman.? Bukankah seharusnya bersifat dua arah? /
Pada akhir pekan, bila kita membaca koran, akan terlihat bagaimana
perusahaan atau organisasi nirlaba berlomba mencari pekerja andal. Dan
setiap iklan sudah pasti mencantumkan karakteristik atau prasyarat yang
dicari dari calon pegawai. Memang, intinya, karakteristik calon pegawai
yang dicari mirip satu sama lain sehingga peluang di antara mereka
tampak semakin besar. Akan tetapi, mengapa tidak ada yang berpikir untuk
beriklan mencari tempat kerja yang diinginkan? Misalnya, ?Pegawai
berdedikasi tinggi, dengan pengalaman mendalam, mencari perusahaan
idaman.? Bukankah seharusnya bersifat dua arah?
Jarang perusahaan menunjukkan daya jualnya, karena mereka sangat fokus
pada mencari individu. Tulisan seperti ?Kesempatan pelatihan ke luar
negeri?, ?Bonus berkala?, atau ?Remunerasi kompetitif?, jarang terlihat.
Perusahaan dianggap cukup menunjukkan apakah mereka berskala nasional
atau internasional, memberi tantangan, atau sekadar menunjukan visi dan
misinya sebagai entitas bisnis. Porsi menjual diri mungkin hanya 10%
dari porsi mencari siapa. Padahal, perlu juga memaparkan bahwa
perusahaan memang layak dicari para calon pegawai.
Jadi, apa yang sebenarnya dicari para calon pegawai?
Berdasarkan survei Accenture, karakteristik populer perusahaan yang
dicari para pencari kerja baru atau berpengalaman ternyata tak terlalu
muluk dan tak jauh dari sekadar mencari hal berikut: apakah perusahaan
menawarkan pekerjaan menarik, memberikan penghargaan dan kesempatan
mendapatkan kenaikan pangkat/promosi. Jadi, semua pencari kerja masih
meinginginkan karakteristik tradisional yang selama ini dijanjikan para
penyedia kerja/ pemberi kerja.
Hasil tersebut merupakan analisis dari penelitian online terhadap lebih
dari 4.100 calon lulusan S-1 atau calon pekerja pemula dan pegawai
berpengalaman untuk memahami prioritas para pencari kerja di 21 negara
di lima benua (termasuk Indonesia) dalam kurun November 2005-Maret 2006.
Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui apakah
perusahaan-perusahaan masih tetap kompetitif dan relevan menjalankan
program-program menarik pekerja terbaik, serta mengidentifikasi
tujuan-tujuan penting yang dicari calon pekerja yang baru tamat kuliah
dan memiliki pengalaman kerja di atas dua tahun.
Ads: lowongan kerja terbaru dan info karir dapat dilihat pada klikkarir.com
Di luar aspek ?tawaran pekerjaan menarik? serta ?kesempatan naik
pangkat?, penemuan lainnya adalah pencari kerja tidak menempatkan nilai
tinggi untuk program-program populer seperti /corporate citizenship/
atau kemasyarakatan korporasi (istilah tren saat ini: /corporate social
responsibility//CSR), dan diversitas sebagaimana halnya manfaat
tradisional seperti program-program penghargaan yang proaktif dan
kesempatan tumbuh bagi individu.
Tak mengherankan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ?kerja yang
menantang dan menarik? merupakan karakteristik penting yang dicari
pemburu kerja (mencapai 60% dari responden). Sementara itu, 58%
responden menyatakan ?menghargai individu potensial dan mengakui
keberhasilannya? sebagai karakter yang tak kalah penting.
Bila selanjutnya mengurut lima karakteristik tertinggi untuk hal-hal
yang menarik para pencari kerja, di nomor tiga adalah ?kesempatan
memiliki karier yang tumbuh cepat? (44%); keempat adalah indikasi bahwa
tempat bekerja sudah mapan atau terkemuka sehingga menjanjikan kepastian
kerja jangka panjang (42%); dan kelima, indikasi bahwa perusahaan
memiliki fokus pada anggotanya (42%). Lengkapnya, lihat Tabel berikut ini.
Karakteristik Pemberi Kerja | % Responden dalam Menentukan Karakteristik
Prioritas
1. Pekerjaan yang menarik dan menantang | 60%
2. Menghargai dan mengakui hasil kerja | 58%
3. Kesempatan pertumbuhan dan peningkatan karier | 44%
4. Memiliki kemampuan finansial dan mampu bertahan lama | 42%
5. Menekankan pentingnya manusia | 42%
6. Menawarkan pengaturan kerja yang fleksibel | 41%
7. Inovatif | 33%
8. Dapat didekati/terbuka | 27%
9. Lingkungan kerja kelompok | 27%
10. Perusahaan global | 26%
11. Menawarkan beragam kerja | 26%
12. Pandai | 21%
13. Lingkungan kerja kolaboratif | 17%
14. Komitmen terhadap pengembangan komunitas | 16%
15. Angkatan kerja yang beragam/diversitas | 16%
Yang menarik, apa yang dicari calon pegawai antargeografi ternyata sama,
baik itu di negara berkembang maupun maju. Hal ini menunjukkan bahwa
dalam era globalisasi, bukan lagi yang dicari sekadar bisa bekerja, akan
tetapi sejauh mana kesempatan bagi individu dapat mengembangkan diri.
Ads: artikel lainnya mengenai lowongan pekerjaan dapat Anda lihat pada klikkarir.com
Hal lain yang berbeda adalah sikap pegawai bila telah bekerja dan
perspektif mereka yang ingin masuk. Misalnya, untuk CSR dan diversitas.
Berdasarkan survei internal Accenture kepada pegawainya, saat ditanya
?Apa yang membuat Anda tetap tertarik bekerja??, maka mereka mengatakan
bahwa ?Perusahaan memiliki perhatian sosial (balik ke CSR lagi) dan
menghargai keragaman pegawai?. Sikap seperti ini tampaknya terjadi
karena mereka sudah paham bahwa perusahaan memang memberi kesempatan
peningkatan karier dan pengalaman kerja menarik. Jadi, memang akan
berubah bila telah memahami budaya organisasi.
Secara singkat, apa maknanya? Kita akhirnya harus memilih pesan yang
relevan untuk mencari pegawai potensial, dan mereka ini tidak dapat
disamakan kebutuhannya dengan pegawai yang sudah bekerja di perusahaan
kita. /Tailored messages/ menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan
melakukan rekrutmen.
Jadi, perlu dipikirkan, apakah perusahaan Anda memiliki karakteristik
idaman sebagai tempat kerja yang layak?
Oleh : Neneng Goenadi
*Executive Partner dari Accenture yang bertanggung jawab untuk industri
sumber daya* swa.co.id

5 Strategi Mempertahankan Semangat Kerja

Sebenarnya ada beberapa hal kecil dan sederhana yang bisa menjadi kunci dalam mempertahankan semangat kerja. Sayangnya kita tidak menyadarinya. Sehingga kita pun melewatkan kebiasaan tersebut menguap begitu saja. Nah, ingin tahu kebiasaan apa saja yang bisa mempertahankan semangat kerja? Simak saja yang berikut ini:
1.     Beberapa menit yang berguna. Meskipun pekerjaan tengah menumpuk dan harus cepat diselesaikan, tidak ada salahnya untuk beristirahat selama sekitar lima menit saja. Karena meski hanya seperberapa persennya saja dari 8-9 jam kerja, toh waktu istirahat sejenak dapat memompa kembali semangat Anda untuk kembali bekarir.
2.     Ngobrol dengan teman se-pekerjaan? Kenapa tidak. Pasalnya, dengan berbicara dengan orang lain sejenak maka otak dan mood bisa terus siap siaga! Demikian kata para pakar. Pun, berbicara terbukti ampuh melenyapkan rasa kantuk, karena kita melakukan aktifitas yang melibatkan interaksi dari orang lain (dalam hal ini lawan bicara).Jadi, asalkan tidak sampai lupa lowongan pekerjaan kenapa tidak menjalani aktifitas sederhana yang satu ini?
3.     Ngemil? Boleh saja asal sehat. Bukan apa-apa, yang namanya iseng seringkali menyergap kita. Terlebih jika terus-menerus menghadapi pekerjaan yang seabreg jumlahnya. Oleh karena itu wajar saja kalau mulut ini ‘menuntut’ untuk ‘beraktifitas’ pula. Dan itu boleh saja dilakukan (asal camilannya yang sehat, seperti buah misalnya). Masih urusan makanan, ada baiknya ketika makan siang jangan mengkonsumsi makanan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Perut yang terlalu kenyang sangat potensial untuk membuat kita mengantuk dan hilang konsentrasi. Sementara makan terlalu sedikitpun bisa membuat perut ini tidak merasa nyaman dan akhirnya apalagi kalau bukan membuat kita hilang konsentrasi.
4.     Jangan lupa bergerak. Cara ini bermanfaat untuk mengembalikan mood yang menguap. Karenanya begitu ada waktu untuk bergerak seperti; menggelengkan kepala, menggerakan tangan atau berjalan dari meja satu ke meja lainnya, ya lakukan saja. Pun kalau mau lebih efektif lagi, pilihlah tempat makan yang agak jauh dari kantor saat makan siang tapi masih bisa dicapai dengan jalan kaki. Hmm…dijamin setelah makan siang dan sedikit bergerak semangat mengerjakan job Anda pun timbul kembali.
5.     Bagi yang terbiasa minum kopi, silahkan. Kenapa? Karena unsur kafein yang ada di dalamnya, dapat membuat mata ini tetap terbuka tak terganggu oleh rasa kantuk. Cuma masalahnya, tidak sedikit yang mengalami sakit perut atau buang air kecil sesudahnya. Makanya, cara ini hanya disarankan untuk mereka yang memang sudah terbiasa minum kopi.
Keep on spirit…

Waspadai 10 Hal Penghancur Karir

Mungkin Anda perlu waktu tiga bulan, bahkan setahun lebih untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok. Celakanya, hanya dalam waktu beberapa hari atau minggu kita bisa kehilangan pekerjaan tadi. Lho, kok bisa?

Tentu saja bisa dan itu karena kesalahan yang Anda lakukan. Tanpa disadari, Anda menghancurkan karir sendiri. Berikut hal-hal yang dapat mematikan karier dalam sekejap.

1. KETIDAKMAMPUAN
Ketidakmampuan bisa berbuntut panjang. Penelitian menunjukkan, perusahaan selalu berpendapat, lebih baik punya pegawai yang secara konsisten mau belajar menambah keterampilannya daripada yang hanya berhenti pada satu kemampuan. Soalnya, pegawai tipe ini tidak akan berkembang dan cenderung tak mau bekerja sama.

2. SULIT KERJA TIM
Tidak ada seorang pun yang merasa senang hidup di samping seorang primadona. Perusahaan pasti akan kesulitan menghadapi karyawannya yang tak mau atau tak mampu bekerja dalam tim. Jadi, pastikan Anda bisa menjadi anggota tim kerja yang baik dan bisa bertindak sebagai makhluk sosial yang baik pula.

3. TAK TEPAT WAKTU
Jika pekerjaan harus selesai hari Rabu, misalnya, camkan di benak bahwa hari Kamis tidak akan pernah ada. Suatu organisasi membutuhkan orang yang dapat bertanggung jawab, dipercaya. Tak menepati tenggat waktu bukan hanya mencerminkan seseorang yang tidak profesional, tapi juga berarti merusak bahkan menghancurkan jadwal job orang lain. Ujung-ujungnya, bos Anda yang bakal jadi sorotan. Jika sudah meiliki komitmen, tepati janji, apa pun yang terjadi. Hal ini sangat penting!

4. MEMANFAATKAN FASILITAS PERUSAHAAN
Fasilitas perusahaan seperti e-mail dan telepon yang ada adalah untuk keperluan bisnis perusahaan. Gunakan telepon untuk keperluan pribadi sesingkat mungkin dan jangan menerima pangggilan telepon yang bersifat pribadi dengan waktu bicara yang lama.

Juga jangan pernah menulis e-mail yang tidak ingin dibaca oleh bos karena banyak sistem yang dapat menyimpan kiriman-kiriman e-mail yang dihapus ke dalam satu berkas. Ingat pada orang-orang yang berjiwa kerdil yang mencari muka pada atasan. Lagipula, memanfaatkan e-mail milik perusahaan untuk keperluan pribadi, amat tidak diperbolehkan.

5. SOK EKSKLUSIF
Jangan mengisolasi diri atau bertingkah sok eksklusif. Kembangkan diri Anda dan jalin hubungan dengan rekan sekerja. Orang yang mempunyai jaringan yang efektif, akan memiliki jalur dan sumber informasi yang akurat sehingga dapat lebih mudah mencapai dan mengerti plotik organisasi di perusahaan tersebut.

Penelitian membuktikan, para pegawai yang mempunyai jaringan yang luas, umumnya cenderung menjadi seorang yang dapat bekerja dalam tim, banyak memberi andil pada sukses tim kerja, memiliki nilai lebih, sehingga bisa lebih cepat mendapat promosi serta kompensasi yang tinggi.

6. MENJALIN ASMARA DI KANTOR
Walaupun Anda dan si dia berada di ruangan atau divisi terpisah, menjalin hubungan asmara di kantor bukan merupakan pilihan yang baik. Jika kebetulan terlibat percintaan dengan bos, begitu ada kesempatan promosi, naik jabatan, pasti akan mejadi gunjingan. Minimal, rekan sekerja mencibir karena anggapan Anda naik posisi gara-gara dekat dengan atasan.

Yang juga tak mengeenakkan, hubungan asmara dengan atasan atau rekan sekerja yang putus di jalan, bisa membuat hubungan pekerjaan jadi terganggu. Belum lagi harus menghadapi omongan rekan-rekan sejawat.

7. TAKUT AMBIL RISIKO
Jika Anda tidak percaya pada diri sendiri, maka orang lain pun tidak akan percaya pada Anda. Bersikaplah untuk dapat mengerjakan sesuatu dan mengambil risiko. Katakan dengan jujur, “saya belum pernah mengerjakan hal tersebut tapi saya akan berusaha mempelajari bagaimana caranya.”

Jangan takut gagal atau khawatir membuat kesalahan. Jika keadaan menjadi kacau, segera ubah dan minta bantuan rekan atau atasan yang lebih jago. Pokoknya, coba untuk belajar pada semua kesempatan yang ada di setiap situasi. Ingat, lembur karena risiko kerja dapat membuat Anda menjadi lebih tertantang dan lebih cepat maju.

8. TANPA TUJUAN
Kegagalan bukanlah sesuatu keburukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Yang buruk adaklah jika Anda tak punya tujuan untuk mencapai sesuatu. Jadi, susun rencana kegiatan sehari-hari untuk mencapai tujuan tadi. Percaya atau tidak, 80 persen dari keberhasilan yang diraih seseorang, 20 persennya datang dari aktivitas yang dilakukannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Atur mana yang menjadi prioritas dan fokuskan pada pekerjaan tersebut.

9. TERKESAN CEROBOH
Jujur atau tidak, penampilan selalu diperhitungkan. Orang selalu menilai semua penampilan serta tingkah laku Anda. Dengan kata lain, usahakan untuk tidak berpakaian seenaknya saat pergi ke kantor atau berpakaian yang tidak selayaknya dikenakan ke kantor.
Berlakulah jujur, berbicara dengan bahasa yang baik, sopan, tidak menggunakan bahasa dialek atau daerah. Bersikaplah sebagai seorang yang kompeten, mempunyai komitmen dan perilaku yang baik.

10. TAK MENJAGA MULUT
Ruangan kecil, gang, tangga berjalan, bahkan kamar mandi kantor, semua itu bukan milik pribadi Anda. Berhati-hatilah jika sedang berbicara di tempat-tempat umum tadi dan perhatikan pada siapa Anda berbicara.

Jangan bercanda mengenai kepercayaan, suku, rahasia perusahaan, gosip teman sekantor, dan juga pribadi-pribadi para bos. Semua pembicaraan mengenai hal itu bukanlah sesuatu yang bebas, tidak gratis, terutama sangat berharga dan amat berarti bagi pekerjaan Anda!

Arti Penting Bahasa Tubuh Untuk Kesuksesan

Arti Penting Bahasa Tubuh Untuk KesuksesanBisa jadi Anda pernah mengalami hal seperti ini: telah melakukan persiapan sedemikian rupa rupa untuk wawancara, atau yakin dapat membuat orang lain kagum atas keberhasilan yang Anda capai, atau siap memberi presentasi yang memperlihatkan hasil kerja keras dan sukses Anda, namun tiba-tiba keadaan kacau balau. Anda belum mulai membuka mulut, tetapi anggota tubuh Anda melakukan gerakan yang mengatakan sebaliknya.

Dari bahasa tubuh orang akan tahu bahwa Anda percaya diri, pintar, dan bersemangat, atau justru sebaliknya. Asal tahu saja, hanya sebagian kecil dari komunikasi melibatkan kata-kata yang aktual. Tepatnya hanya 7 persen. Sisanya? Sebanyak 55 persen dari komunikasi adalah visual (bahasa tubuh, kontak mata) dan 38 persen berupa vokal (titinada, kecepatan, volume, dan nada).

Yang jelas, komunikator eksekutif dunia terbaik memiliki bahasa tubuh yang kuat, yang merefleksikan rasa percaya diri, kompeten, serta penuh karisma.

LEBIH DARI KATA-KATA
Satu-satunya masalah dari bahasa tubuh adalah tidak terlalu menyampaikan apa yang sungguh-sungguh Anda rasakan. Misalnya, membiarkan tangan tetap di dalam saku dapat memberi kesan Anda sebetulnya merasa tidak aman, padahal hal ini belum tentu benar. Atau tidak menatap lawan bicara karena Anda sedang sibuk dengan catatan Anda, bisa membuat orang lain berpikir, ada sesuatu yang Anda sembunyikan dari mereka. Bisa juga posisi duduk yang santai karena lelah justru membuat lawan bicara beranggapan Anda tidak tertarik dengan apa yang dibicarakannya.

Sebaliknya, bahasa tubuh yang kuat dan efektif dapat membantu menciptakan hubungan yang cepat dengan para pendengar, memperlihatkan rasa percaya diri pada pesan yang Anda sampaikan. Perhatikan foto mantan Presiden Soekarno pada saat berpidato, betapa dia memperlihatkan rasa percaya diri kuat, optimisme, kekuasaan, sekaligus kekuatan. Jadi, mulailah mempelajari dan mempraktekkan bahasa tubuh.

Anda dapat meminta seseorang merekam gerakan tubuh seolah-olah Anda sedang diwawancara atau memberi presentasi. Pelajari hasil rekaman tadi. Perhatikan cara duduk serta gerakan tubuh Anda pada saat berbicara. Perhatikan kekurangan yang dimiliki dan perbaiki.

Percayalah, dengan niat dan kemauan, Anda pasti dapat melakukan gerakan tubuh yang memperlihatkan rasa percaya diri, kompeten, berkarisma, dan kuat. Berikan perhatian pada bahasa tubuh sebanyak perhatian yang diberikan pada kata-kata yang Anda gunakan. Pasti, deh, Anda akan melihat pengaruhnya!

PANDANGAN MATA
* Setiap orang ingin merasa istimewa
Setiap orang ingin merasa Anda berbicara dengannya secara langsung atau bahwa mereka merupakan orang yang paling penting selama berbicara dengannya. Mengalihkan kontak mata merupakan cara yang yang paling ampuh untuk memutuskan pembicaraan.

* Bagi jadi tiga
Pada saat presentasi, tujukan beberapa komentar Anda pada satu sisi lalu alihkan pandangan mata ke bagian tengah ruangan, kemudian alihkan lagi ke sisi yang satunya lagi. Pilih satu orang di tiap bagian dan arahkan mata Anda kepada mereka saat Anda menyampaikan sambutan. Orang yang berada di sekitarnya akan merasa Anda memberikan kontak mata kepada mereka.

* Lakukan persiapan
Mempertahankan kontak mata pada saat melakukan presentasi memerlukan persiapan. Anda harus ingat garis besar dari materi yang Anda sampaikan, karena bila tidak Anda akan terpaku pada membaca dan tidak menciptakan hubungan dengan pendengar Anda. Pastikan Anda tahu apa yang Anda catat sehingga tidak selalu harus membacanya.

* Jangan terpengaruh
Jangan biarkan apa pun mengganggu Anda dan pendengar. Melipat tangan, berdiri di belakang podium atau kursi, berbicara kepada seseorang dari balik komputer, merupakan contoh yang menggambarkan adanya penghalang antara Anda dan lawan bicara.

GERAKAN DIRI
* Gerakkan tangan Anda
Pembicara yang hebat menggunakan lebih banyak gerakan tangan. Seorang pengajar yang mempelajari bahasa tubuh mengatakan bahwa gerakan kompleks dari dua tangan di atas pinggang merefleksikan pemikiran yang kompleks. Gerakan memberikan keyakinan pada pendengar terhadap pembicara.

* Lihat Contoh
Perhatikan orang-orang penting seperti Bill Clinton, Tony Blair, atau pembicara penuh kharisma lainnya. Anda pun akan melihat dan menyadari, hampir semua kalimat yang diucapkan disertai dengan gerakan tangan sehingga Anda tidak akan ragu-ragu pada efektivitas gerakan tangan. Gerakkan pula anggota tubuh lainnya. Pembicara yang hebat berjalan di dalam ruangan, menunjuk slide, bukan membaca, atau memegang bahu seseorang. Jangan gerakkan slide, tapi gerakkan tubuh Anda!

* Posisi agak tinggi
Postur tubuh yang kurang baik sering dihubungkan dengan tidak adanya rasa percaya diri atau tidak adanya minat. Misalnya, selama wawancara menyenderkan punggung pada kursi dapat memberi kesan Anda malas atau tidak memiliki motivasi. Tetap tegakkan kepala dan punggung. Dengan demikian Anda tampak lebih berminat, penuh perhatian, dan bersemangat.

Jumat, 02 Maret 2012

Tips Memilih Karir dan Pekerjaan

“Setiap orang hakikatnya sedang melakukan gambling ketika memilih karir atau pekerjaan. Ia harus mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk itu.” 

DR. HARRY EMERSON FOSDICK
MENGAPA HARUS MINAT?
Satu hal yang biasanya paling sulit dilakukan anak muda yang mulai mencari kerja adalah memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan diri mereka. Mengapa harus sesuai? Menurut penelitian yang dilakukan sejumlah psikolog di Amerika diketahui memilih bidang pekerjaan yang sesuai ternyata tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi keuangan semata, tapi juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan fisik dan jiwa kita.

Hubungan Pekerjaan dengan Kesehatan. “Banyak anak-anak muda yang memulai hidupnya dengan penuh gairah dan mimpi indah, akhirnya tiba pada usia empat puluh tahun dalam keadaan frustrasi bahkan menderita gangguan mental,” kata Dale Carnegie, penulis buku psikologi populer asal Amerika. “Dan ini bukan sesuatu yang mengherankan,” katanya lagi, “jika saja Anda mengetahui begitu banyaknya kecemasan, penyesalan, dan frustrasi yang timbul karena salah dalam memilih pekerjaan.”
Penyebabnya? Karena mereka merasa tidak bahagia dengan pekerjaannya!

“Tidak ada yang lebih patut dikasihani,” kata Edna Carr, konsultan karir ternama yang pernah mewawancarai ribuan tenaga kerja untuk DuPont Company, “selain orang-orang yang tidak memperoleh apa-apa dari pekerjaannya kecuali gajinya semata.”

Hal senada diungkapkan Dr. William Meninger, psikiater tersohor yang pernah melakukan penelitian di Angkatan Darat Amerika. Ia mengatakan, “Kami banyak belajar di dinas tentara tentang pentingnya proses seleksi dan penempatan kerja. Tentang pentingnya menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Ketika seseorang merasa salah ditempatkan, ketika seseorang merasa kurang dihargai sebagaimana mestinya, ketika seseorang percaya bakat dan kemampuannya telah disalah-gunakan, maka di situlah kita akan menemukan ’korban-korban peperangan psikologis’ yang sesungguhnya.” 

Menurut penelitian tentang umur panjang yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Raymond Pearl dari Universitas Johns Hopkins diketahui bekerja di bidang pekerjaan yang sesuai adalah faktor penting yang mendukung seseorang berumur panjang.

Alasannya? Karena orang yang bekerja di bidang pekerjaan yang sesuai dengan dirinya akan senantiasa merasa bahagia dengan pekerjaannya. Mereka tidak akan pernah mengalami kecemasan, stres, penyesalan, dan kekecewaan yang seringkali menjadi faktor pemicu timbulnya berbagai penyakit fisik dan emosional pada diri seseorang. Aneka macam penyakit yang jika dibiarkan tumbuh dan berkembang akan memperpendek usia seseorang.

Dr. A. A. Brill, seorang psikiater kenamaan yang lain, mengatakan, “Seratus persen kelelahan yang dialami pekerja kantor muncul akibat tekanan psikologis bernama faktor emosional. Kejenuhan, kemarahan yang dipendam, perasaan kurang dihargai, perasaan tidak berguna, perasaan dikejar waktu, kecemasan, adalah faktor-faktor emosional yang membuat lelah pekerja kantor. Menjadikan mereka rentan terhadap penyakit flu, mengurangi kinerjanya, dan membuatnya pulang ke rumah dengan membawa sakit kepala.”

Pendapat serupa dikemukakan Sue Browder, penulis buku laris Eight Easy Ways to Look and Feel Years Younger. Ia mengatakan, “Stres yang timbul akibat ketidakpuasan di tempat kerja bisa membuat Anda terlihat letih dan lelah. Ini pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya sejumlah penyakit tertentu. Penelitian yang dilakukan oleh Northwestern Life Insurance beberapa tahun lalu juga menemukan bahwa separuh orang yang bekerja di bidang pekerjaan yang penuh dengan ketegangan dan tekanan seringkali menderita sakit kepala, sakit flu, radang pencernaan, bronchitis, dan pneumonia.”

Douglas LaBier, Direktur Center for Adult Development, Washington DC, juga sependapat dengan hal itu. Ia mengatakan, “Seringkali orang merasakan sakit punggung, sakit kepala, atau sakit perut selama hari kerja. Namun saat akhir pekan tiba, gejala tersebut hilang secara misterius untuk kemudian muncul kembali pada Senin paginya.”

Menurut Deepak Chopra, penulis Magical Body, Magical Mind, mayoritas serangan jantung di Amerika terjadi pada hari Senin pukul sembilan pagi. Alasan yang paling banyak dikemukakan para korbannya adalah ketidakpuasan di tempat kerja.

Para peneliti dari Universitas California, Los Angeles, juga menemukan orang-orang yang pernah bekerja selama sepuluh tahun di lingkungan kerja yang penuh ketegangan dan tekanan akan lima kali lebih banyak beresiko terkena berbagai jenis penyakit kanker dibanding mereka yang menikmati pekerjaannya.

Sumber: Buku Kiat Jitu Mendapatkan Pekerjaan Idaman (Edwin Solahuddin, Penerbit Escaeva, 2008)

Perbedaan Pekerjaan dan Karir

Selama ini kebanyakan orang terpaku pada rutinitas kerja dan tanpa disadari menyebabkan pada pemenuhan atas tuntutan dapur ngebul semata sehingga tidak mampu mengoptimalkan passion atau optimalisasi diri atas apa yang disukainya.
Bahkan, kebanyakan pekerja tidak mampu membedakan antara pekerjaan dan karir. Berbedakah?

"Karir berbeda dengan pekerjaan. Kalau pekerjaan merupakan sepenuhnya milik perusahaan sementara karir sepenuhnya mengenai diri sendiri dan demi  kebaikan
individu itu sendiri," kata Career Coach Rene Suhardono, saat berbincang di sela launching buku ‘Your Job is Not Your Career’ terbitan Literati, di Restoran Suis Butcher, Plaza Dago, Senin (5/4/2010) sore.

Ia mencontohkan segala tindak tanduk yang dilakukan seorang karyawan dalam sebuah perusahaan yang harus mengikuti pola peraturan perusahaan. "Namun pada
kenyataannya berbeda dengan apa yang dilakukan," pungkas laki-laki jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Hal serupa ternyata juga terjadi di dunia enterpreuner. Tidak dipungkiri Rere, sebagian orang memilih dunia enterpreneur demi pemenuhan kebutuhan hidup dan bukan atas minat dan kecintaannya atas dunia yang digeluti. Orang cenderung memilih pada tren pekerjaan yang tengah digandrungi banyak orang.

"Nggak hanya sekadar enterpreneur tapi juga menjalankan panggilan hati," terang penulis, penikmat makanan, sekaligus pengagum karya Napoleon Bonaparte ini.
Satu kunci yang dapat memunculkan passion seorang pekerja sehingga membuat apa yang dikerjakannya tersebut dapat dicintai sepenuh hati dan bukan atas dasar tekanan dan kebutuhan semata.

"Jujur terhadap diri kita sendiri atas apa yang kita kerjakan apakah sesuai dengan minat kita atau tidak," tuturnya.

Ia menambahkan, fenomena lain yang sering dijumpai dalam dunia kerja adalah ketika pekerja tersebut mempertanyakan pengangkatan mereka menjadi karyawan
dalam sebuah perusahaan setelah sekian lama menunggu kepastian.
"Berpikir apa yang telah kita berikan perusahaan kepada kita, sudah layak kah kita untuk itu dengan apa yang kita lakukan?" katanya.

Dalam buku teranyarnya itu, Rere memberikan beragam cara untuk memunculkan passion yang ada di dalam diri setiap orang yang dijabarkan ke dalam dua buku.
‘Your Job is Not Your Career’ terbagi ke dalam 160 halaman dan 2 bagian.
Bagian pertama akan mengulas mengulas karir, pekerjaan, dan esensi kesuksesan melalui perspektif passion, mission, motivation dan action.

Sementara di dalam buku kedua ’Career Snippet-embrace Your Passion. Live a life of action. Build Our Nation, terdiri dari 190 halaman. Dalam bagian kedua ini
Rere membeberkan tips praktis seputar karir dan pekerjaan, serta kumpulan dengan para tokoh yang sukses menempa jenjang karirnya.
(ahy/dip)

Sumber

Jumat, 13 Januari 2012

7 Kiat Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ) di Kantor

Emosi adalah hal begitu saja terjadi dalam hidup Anda. Anda menganggap bahwa perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, bosan, dan sebagainya adalah akibat dari atau hanya sekedar respon Anda terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada Anda.
Membahas soal emosi maka sangat kait eratannya dengan kecerdasan emosi itu sendiri dimana merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres.
Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.  Nah, agar kecerdasan emosional Anda terjaga dengan baik, berikut 7 ketrampilan yang harus Anda perhatikan dan tak ada salahnya Anda coba:
Mengenali emosi diri
Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian.
Melepaskan emosi negatif
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.
Mengelola emosi diri sendiri
Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.
Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda.
Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.
Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional–menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati–adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.  Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.
Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.
Mengelola emosi orang lain
Jika ketrampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia.
Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.
Memotivasi orang lain
Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.
Jadi, sesungguhnya ketujuh ketrampilan ini merupakan langkah-langkah yang berurutan. Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri kalau Anda tidak dapat mengenali dan mengelola emosi diri sendiri. Setelah Anda memiliki kemampuan dalam memotivasi diri, barulah kita dapat memotivasi orang lain.
Sumber

Kamis, 12 Januari 2012

Ibu Bekerja Lebih Bahagia?

SEBUAH studi di Amerika menemukan, para ibu yang bekerja lebih sehat dan lebih bahagia daripada mereka yang memutuskan tinggal di rumah dengan anak-anak mereka yang berusia sangat muda. Apa pasal?

Ditulis dalam “Jurnal Psikologi Keluarga American Psychological Association”, seperti disitat dari Shine, terdapat keuntungan yang diperoleh para ibu yang bekerja, sekalipun itu bekerja paruh waktu atau bekerja penuh. Pekerjaan di luar rumah yang dimiliki seorang ibu, nampaknya menjadi salah satu faktor pendukung kesejahteraan pada diri ibu.

Para peneliti mewawancarai 1.364 ibu yang memiliki anak bayi atau berusia prasekolah, dengan berbagai varian latar belakang. Mereka lalu terkejut menemukan bahwa ibu yang bekerja mengalami keseimbangan kehidupan yang lebih baik, menjadi lebih peka terhadap kebutuhan anak, kurang memiliki gejala depresi, dan lebih mungkin membagi tugas rumah tangga dengan pasangan.
Peneliti Buehler dan O'Brien menjelaskan, secara teoritis, partisipasi seorang ibu dalam pekerjaan di luar rumah menyediakan dukungan dan sumber daya, di mana hal ini tidak diperoleh ibu yang menghabiskan waktu sepenuhnya di rumah bersama anak yang berusia sangat muda atau prasekolah. Bisa juga dengan penjelasan bahwa ibu yang seharian berada di rumah bersama bayi atau balita mereka akan jauh lebih stres terkait dengan pengasuhan anak, dan mereka mungkin akan sedikit lega manakala anak telah melewatkan sebagian waktu mereka di sekolah.
"Sumber daya eksternal kemudian berkontribusi untuk pribadi ibu dan kesejahteraan ibu,” katanya.

Sumber

Kerja Versus Karir

Pekerjaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu hal dimana seseorang diharapkan atau wajib melakukan kerja sebagai kewajibannya, terutama tugas tertentu dilakukan sebagai bagian dari rutinitas untuk harga yang disepakati. Melalui pekerjaan, seseorang bisa mendapatkan penghasilan untuk mendukung kebutuhan dasar dirinya, keluarga atau teman. Pekerjaan juga dapat dipandang sebagai suatu kontrak antara majikan dan pekerja. Pada perusahaan komersial, tujuan dasar dari pekerjaan adalah untuk menciptakan keuntungan bagi majikan, dan karyawan memberikan kontribusi tenaga kerja untuk perusahaan, dengan imbalan pembayaran upah, atau opsi saham, dll

Orang-orang terlibat di berbagai jenis pekerjaan dengan hanya satu hal dalam pikiran, bagaimana bayarannya. Tak heran mengapa orang sering berganti pekerjaan sesering mungkin. Mereka tidak pernah merasa cukup; selalu bergerak ke tingkat berikutnya segera setelah mereka mengenali kesempatan untuk mendapatkan upah lebih banyak. Hal ini mengungkap satu fakta, pekerjaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan, sehingga seorang karyawan selalu akan meninggalkan pekerjaan yang tampaknya tidak mampu menjalankan fungsinya dan pindah ke pekerjaan lain yang menjanjikan imbalan yang lebih baik.

Karir adalah mengejar ambisi seumur hidup atau berjalan ke arah tujuan seumur hidup. Sebuah karir dibangun dari waktu ke waktu. Sebuah karir meskipun mungkin tidak tampak cukup menguntungkan untuk pemula, dalam jangka panjang bisa menjadi sumber penghasilan yang sangat besar. Karir juga ditandai dengan melakukan apa yang dicintai. Anda tidak memilih karir jika anda tidak cinta.

Sementara pekerjaan adalah untuk memenuhi kebutuhan, karir berarti lebih banyak lagi. Ini bersangkutan dengan kepuasan finansial dan emosional. Ini berkaitan tentang pemenuhan mimpi seumur hidup, serta prestasi seumur hidup. Suatu pekerjaan bisa jadi untuk  jangka pendek karena dapat dihentikan kapan saja oleh majikan atau bahkan karyawan sendiri, sementara karier adalah jangka panjang.

Dalam Fountainhead Ayn Rand, protagonis utama, Howard Roark mencari karir dan sahabatnya Peter Keating hanya mencari pekerjaan. Itu sebabnya pada akhirnya Roark membangun beberapa bangunan terbaik menggunakan keterampilan, pengalaman dan imajinasi. Di sisi lain, temannya Peter Keating bekerja hanya pada arsitektur tua. Dia bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Hal ini menunjukkan karir yang mungkin lebih menguntungkan dari pekerjaan di jangka panjang.

Selain itu, pekerjaan berakhir ketika seorang karyawan harus pensiun suatu hari terutama ketika usia tua dan majikan melihat dirinya mulai kurang berkontribusi untuk perusahaannya, karena penelitian telah menunjukkan bahwa ada tujuh ribu sel-sel otak yang hilang saat kita mencapai usia tiga puluh lima. Karir tidak bisa berakhir selama itu tidak memerlukan fisik banyak, bahkan pada usia tua. Pada akhirnya, saya sampai pada kesimpulan bahwa baik pekerjaan dan karir mungkin memiliki kepentingan yang berbeda untuk orang yang berbeda dimana sebagian orang mungkin memilih untuk melakukan pekerjaan terlebih dahulu untuk mengumpulkan modal sebelum memulai karir mereka.

Minggu, 25 Desember 2011

Inspirasi Saat Kerja

Kehabisan Inspirasi dan Ide Saat Bekerja
Hindari pola dan berpikir terkotak
Ada kalanya dalam bekerja anda tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Akibat pikiran yang terlalu overload pada akhirnya justru anda bingung sendiri dan kehabisan ide. Sebenarnya mudah saja menjadi wanita yang kreatif.

Namun, perlu diingat bahwa kreatifitas tidak akan muncul dengan sendirinya karena meskipun kita memiliki bakat kreatif, bila tidak pernah diasah maka tidak akan mungkin menghasilkan sebuah kreatifitas. Kreatifitas merupakan suatu cara untuk menghasilkan sesuatu yang inovatif. Hasil kreatifitas tidak harus sesuatu hal yang sifatnya orisinil, tetapi bisa sesuatu yang berbeda, baik itu yang berupa ide maupun tindakan.

Kreatifitas juga dapat diidentifikasikan sebagai kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengambil  elemen-elemen yang sudah ada dan mengkombinasikannya dengan cara yang baru.

Setiap orang pada dasarnya kreatif. Setiap tindakan kita menghasilkan sesuatu merupakan wujud dari kreatifitas yang kita miliki. Contoh kecilnya saja, pasti anda pernah merubah tata  letak kamar, atau memadu padankan pakaian kerja anda.

Semua tindakan yang kita  lakukan sebenarnya melalui proses pemikiran kreatif. Anda juga pasti sering mencari solusi dari berbagai masalah dalam kehidupan.
Misalnya saja saat sedang kehabisan uang untuk kencan dengan kekasih, maka anda mengganti jadwal dengan menonton dvd di rumah.

Solusi-solusi  semacam itu sebenarnya adalah tindakan kreatif yang tidak pernah anda sadari.

Sebenarnya salah satu penghambat kreatifitas adalah diri anda sendiri. Seringkali sebelum melakukan suatu tindakan, anda sudah menjustifikasi bahwa anda tidak bisa melakukan hal tersebut.
Biasanya  hal tersebut secara otomatis akan timbul karena  sudah memiliki perasaan negatif terlebih dulu, seperti takut dikritik, takut  gagal, takut dikomentari negatif atau menciptakan sesuatu di luar kebiasaan.

Mulai sekarang, cobalah hindari kata ”saya tidak bisa” karena hasil yang anda dapatkan akan berwujud seperti itu. Selain itu, hambatan budaya seperti  larangan untuk “keluar jalur” atau bertindak di luar konteks juga dapat menurunkan tingkat kreatifitas kita.

Sistem pendidikan ternyata pun turut mendukung tidak terciptanya iklim yang kreatif. Coba ingat, seringkali dalam ujian, seringkali menjawab soal ujian dalam bentuk pilihan benar atau salah.
Padahal,jenis pertanyaan seperti itu justru tidak mendorong berpikir  kreatif. Keterpakuan cara pandang terhadap sesuatu hal dapat menghambat proses berpikir kreatif. Kalau anda hanya memikirkan sebuah jepit rambut khusus untuk rambut saja, anda tidak akan pernah bisa kreatif.

Padahal, sebuah jepit rambut dapat dialih fungsikan menjadi hiasan dinding, penjepit rambut kertas, atau bahkan pembatas buku. Cara pandang atau berpikir anda yang ‘terkotak-kotak’ juga dapat menghambat proses kreatifitas. Jika mendengar kalimat ‘kucing melihat tikus’, pasti sebagian besar menyangka bahwa kucing tersebut yang akan mengejar tikus. Padahal bisa saja yang terjadi justru sebaliknya.

Si kucing, yang ternyata masih berusia dua minggu lari ketakutan melihat tikus yang badannya dua kali lebih besar daripadanya. Jika anda ingin kreatifitas semakin tinggi, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengizinkan diri anda untuk mengasah kreatifitas diri.

Keyakinan diri yang menegaskan bahwa  anda  dapat menghasilkan sesuatu yang kreatif akan tertanam dan secara tidak sadar akan mendorong anda untuk menciptakan suatu hal yang  kreatif.
Jangan pernah ragu untuk menjadi ‘gila’.

Kalau anda sedang mati gaya atau kehabisan ide, berdirilah di tengah ruangan dan tutup mata kita. Berputarlah di tempat sampai kehilangan orientasi lalu berjalanlah lurus sampai anda menyentuh sesuatu. Buka mata anda dan gunakan benda yang anda sentuh itu sebagai ‘ subjek’ untuk mencari ide.

Berdasarkan penelitian, tentang aura dan terapi warna, ternyata warna ungu dapat meningkatkan kemampuan otak kanan yang sangat berperan penting dalam hal kreativitas. Warna ungu dapat merangsang munculnya ide dan pemikiran kreatif. Jika memungkinkan, lebih baik kelilingi lingkungan kerja anda dengan warna ungu, entah melalui pakaian, hiasan meja atau dinding kamar.

  • Memancing Kreatifitas
    Untuk menimbulka kreatifitas haruslah ada niatan yang kuat dari diri sendiri. Berikut beberapa tips agar kreatifitas bisa muncul dengan cara memancingnya.
  • Catat ide-ide yang ada di dalam kepala
    Gunakan juga gambar untuk memperjelas ide anda. Simpan juga benda-benda yang dapat membangkitkan memori dan taruh di tempat yang mudah dibuka. Aplikasikan juga cara lama dengan ide yang baru saja muncul ditambah dengan sentuhan pribadi. Misalnya saja, baju lama yang sudah membosankan dapat anda tambahkan hiasan-hiasan berupa kancing warna-warni.
  • Jangan pernah merasa takut atas kegagalan
    Terkadang anda harus mencoba beratus kali untuk mendapatkan  hasil yang sempurna. Eksperimen yang anda lakukan berulang kali akan membuka pikiran mengenai kesalahan yang selama ini anda lakukan. Namun, lakukan suatu hal yang memang anda kuasai bila memang merasa tidak mampu untuk menciptakan suatu kreatifitas lagi.
  • Istirahat sebentar
    Bila  anda sudah benar-benar kehabisan ide, maka istirahatlah. Terlalu lama mengerjakan suatu hal bisa membuat anda merasa jenuh. Sisihkan waktu sejenak untuk rileks, bersenang-senang atau hang out, terbukti mampu menjernihkan otak yang sudah mulai overload. Jika setiap hari anda sudah penat dengan kemacetan ibu kota, maka beristirahatlah dengan bepergian ke luar kota.
  • Buka mata, telinga dan hati
    Agar mendapatkan inspirasi yang kreatif, anda harus selalu membuka diri dan sensitif terhadap lingkungan sekitar. Cobalah perhatikan hal-hal kecil di sekitar anda. Misalnya saja percakapan dua anak kecil atau orang yang melintas di hadapan anda.
  • Banyak bergaul dengan orang-orang yang kreatif
    Cari teman yang kreatif sehingga anda dapat bertukar pendapat dengannya. Sisihkan waktu minimal sepuluh menit setiap hari sekedar untuk mengobrol dan brain stroming dengannya supaya kreatifitasnya menular.
  • Latih otak kanan
    Sering mencatat dalam bentuk tulisan kurang bermanfaat untuk meningkatkan kreatifitas bila tidak ditunjang dengan gambar dan ingatan visual. Tingkatkan kepekaan anda akan hal-hal seperti gambar, simbol, bentuk dan warna karena biasanya dilakukan oleh otak kanan.

Inspirasi, Kisah Seseorang yang Ditolak Bekerja di Microsoft

Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai 'office boy' di Microsoft. Manajer HR mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.
"Anda diterima bekerja. Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja," kata Manajer HR.
Pria itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email."
"Maafkan aku, jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan," tambah Manajer HR.
Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $10 di saku, Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10 kg peti tomat.
Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah. Dalam waktu kurang dari dua jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya.
Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $60. Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan dagangannya hari demi hari.
Uuang keuntungan yang didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari. Tak lama, ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri.
5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer terbesar di Amerika Serikat. Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.
Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan. Ketika percakapan, broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi.
Pria itu menjawab, "Aku tidak punya email."
Broker itu penasaran dan ingin tahu mengapa ia tidak punya email, "Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki email?"
Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, "Ya, aku akan menjadi seorang office boy di Microsoft!!"
Pesan dari cerita diatas:
Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup terlalu lama sehingga tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. Jangan pernah berhenti berusaha dan jangan menyerah karena gagal, serta berani melangkah.

Sumber :
apasih.com

Senin, 19 Desember 2011

Jauhi Empat Hal Ini di Meja Kerja

Kebanyakan dari kita menghabiskan waktu minimal 5 jam sehari di depan komputer. Duduk terpaku di depan meja selama itu tak mengherankan jika keluhan nyeri punggung, pegal, hingga sakit lambung kerap menjadi keluhan. Untuk mengubahnya, sebaiknya jauhi 4 hal berikut ini di meja kerja.
1. Makan
Bukan hanya karena meja kerja menjadi salah satu sarang kuman, namun mencampurkan makan dengan waktu bekerja bisa mengacaukan program diet Anda. Makan tanpa kesadaran, karena otak Anda sibuk memproses pekerjaan, bisa membuat Anda mengasup makanan lebih banyak. Karena itu, saat tiba waktu makan menyingkirlah dari meja kerja dan carilah tempat di mana Anda bisa fokus pada isi piring.

2. Menyilangkan kaki
Anda mungkin tidak pernah memikirkannya, tetapi saat kita duduk sering otomatis kaki langsung disilangkan. Kebiasaan kecil ini menyebabkan tekanan lebih besar pada kaki. Akibatnya adalah rasa nyeri di punggung. Karena itu upayakan untuk duduk dengan postur tubuh yang baik.

3. Mengencangkan suara earphone
Menyetel musik dengan volume suara yang kencang di earphone menjadi salah satu penawar malas dan bosan di kantor. Tetapi pastikan agar volume suara tersebut tidak sampai merusak gendang telinga. Bila tetangga di sebelah meja Anda sampi bisa mendengar musik yang sedang Anda dengar, itu berarti volumenya sudah berlebihan.

4. Tak pernah istirahat
Memiliki tugas yang belum diselesaikan memang membuat tak tenang. Namun seharusnya itu bukan alasan untuk tidak meninggalkan meja sampai berjam-jam. Apalagi berbagai studi sudah mengaitkan bahaya duduk terlalu lama dengan kesehatan secara keseluruhan. Jadi, maksimal dua jam sekali berdirilah dan lakukan peregangan singkat dengan berjalan-jalan, sekaligus mengistirahatkan mata yang lelah.

Sumber: http://www.lienaaifen.com/tips-n-triks/jauhi-4-hal-ini-di-meja-kerja/

Minggu, 18 Desember 2011

Tips Jika Anda Mengantuk Saat Bekerja

Jakarta (ANTARA News) - Jika anda merasakan kantuk di kantor pada sore hari, janganlah memakan camilan yang manis untuk menanggulanginya, tetapi silakan mengonsumsi telur.
Para ilmuwan menemukan bahwa protein dalam telur, terutama yang ditemukan pada putih telur, membantu kita tetap terjaga dan tetap waspada.
Protein ini lebih efektif ketimbang karbohidrat yang ditemukan dalam coklat, biskuit dan makanan yang mengandung gula. Jenis makanan itu menambah energi.
Para peneliti dari Cambridge University menguji bagaimana substansi gizi itu berdampak pada sel otak yang bisa membuat kita terjaga. Kandungan campuran protein dalam putih telur itu membangkitkan sel-sel itu., memicu keluarnya kandungan orexin. Sementara gula menghambat keluarnya orexin.
Dr.Denis Burdakov, salah satu dari peneliti itu mengatakan, "Pilihlah jenis makanan yang rasional." Jika anda memiliki pilihan antara roti dengan selai atau roti dengan telur, pilihlah pilihan yang terakhir.
"Meskipun dari dua jenis pilihan mengandung kalori yang sama, tetapi mendapatkan protein yang kurang akan membuat tubuh membakar lebih banyak kalori yang dikonsumsi," kata Burdakov. Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal syaraf seperti dikutip dari Daily Mail.
Di tahun 1960an ada iklan yang populer dengan memuat kalimat "Pergilah bekerja dengan telur" di Inggris.
Penelitian lanjutannya dilakukan oleh para peneliti dari British Nutrition Foundation, yang sebagian didanai oleh perusahaan produk unggas. Penelitian itu menyimpulkan bahwa jenis kolesterol yang ditemukan dalam telur memiliki dampak minimal dalam peningkatan resiko serangan jantung.
Sementara penelitian sebelumnya menunjukan bahwa, berlawanan dengan persepsi umumnya, adalah sarapan yang menyehatkan dengan telur, sebelum berangkat bekerja.
Penyebab dari meningkatnya resiko kolesterol adalah lemak jenuh yang terkandung dalam makanan ketimbang kolesterol yang ditemukan dalam telur. Merokok, kelebihan berat badan dan kurang berolah raga juga menyebabkan lemak darah dan kolesterol dan resiko serangan jantung.(yud)

Editor: AA Ariwibowo

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/285342/ngantuk-saat-bekerja-makanlah-telur.

Jumat, 16 Desember 2011

Sukses Dengan Kerja Keras dan Kerja Cerdas

Mencapai sebuah kesuksesan mungkin tidaklah semudah apa yang kita bayangkan. Baik sukses dalam berkarir, sukses dalam berbisnis, maupun sukses dalam menjalankan kehidupan semuanya membutuhkan sebuah proses dan kerja keras untuk bisa mencapainya.
Meskipun begitu, mengandalkan otot dan tenaga untuk selalu bekerja keras ternyata tidaklah cukup untuk menggapai sukses yang kita inginkan. Dibutuhkan adanya perencanaan, strategi dan pemikiran yang kreatif untuk bisa mempermudah proses pencapaian tersebut. Hal itulah yang membuat seseorang membutuhkan keselarasan antara kerja keras dan kerja cerdas untuk bisa mencapai puncak suksesnya.
Apa itu kerja keras dan kerja cerdas?Tentu semua orang sudah tidak asing lagi dengan istilah kerja keras. Yang dimaksud dengan kerja keras adalah tindakan atau perbuatan seseorang yang melakukan sebuah usaha dengan sekuat tenaga, bahkan terkadang menghabiskan waktu yang cukup lama untuk bisa menggapai apa yang telah dicita-citakannya. Biasanya para pekerja keras lebih mengandalkan semangat dan tenaga mereka untuk menggapai tujuan yang ingin mereka raih.
Sedangkan kerja cerdas adalah bagaimana cara kita untuk bisa lebih produktif dalam memanfaatkan waktu dan peralatan yang telah kita miliki sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih baik dan lebih cepat dari target yang telah ditentukan. Inilah yang membedakan kerja keras dan kerja cerdas, bila kerja keras lebih mengandalkan otot dan tenaga, kerja cerdas lebih menggunakan kreativitas dan inovasi-inovasi baru untuk menghasilkan ide atau solusi yang paling efektif.
Karenanya mulailah dengan menentukan pekerjaan mana yang menghasilkan nilai lebih, kerjakan dengan menggunakan kekuatan kreativitas untuk mendapatkan ide maupun cara penyelesaian yang terbaik, dan gunakan pula kekuatan daya ungkit untuk mempercepat hasil kerja yang Anda inginkan.
“Efisiensi adalah mengangkat balok ke atas bukit dengan truk dan bukannya dipanggul.”
(Henry Ford)
Semoga informasi sukses dengan kerja keras dan kerja cerdas ini bisa memberikan motivasi baru bagi para pembaca maupun pelaku usaha yang sedang berjuang mencapai puncak kesuksesannya. Teruslah berkarya, jangan pernah takut untuk mencoba dan salam sukses. Kalau kami bisa, Anda pun pasti bisa !!!

Sukses Meningkatkan Motivasi Kerja dengan Passion

Passion??? Yang dimaksud dengan passion adalah suatu energi yang membuat Anda termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan senang hati, tanpa paksaan bahkan dengan suka rela mengerjakannya tanpa mengharap imbalan sedikitpun. Biasanya hal tersebut muncul, karena Anda benar-benar mencintai pekerjaan Anda.

Sekarang pertanyaannya, “apa Anda sudah melibatkan passion dalam setiap pekerjaan Anda?” Perlu Anda ketahui bahwa adanya passion, dapat meningkatkan motivasi kerja Anda. Orang yang bekerja dengan passion, akan menjalankan segala tugas dengan penuh antusias, powerfull, hingga pekerjaan tersebut tuntas. Sebab, mereka bekerja dengan setulus hati tanpa ada perasaan terpaksa sedikitpun. Mereka juga mengerjakan semua tugas dengan seluruh potensinya, sehingga orang yang menggunakan passion terbiasa memperoleh hasil yang terbaik.

Untuk menemukan passion, memang bukan urusan mudah. Dibutuhkan proses panjang, hingga akhirnya seseorang baru menemukan passion mereka. Namun bukan berarti Anda tidak bisa menemukan passion dalam diri Anda, karena ternyata passion juga bisa terbentuk bila Anda terbiasa menikmati pekerjaan Anda. Berikut ini kami informasikan kiat sukses meningkatkan motivasi kerja dengan passion Anda.
Mulailah dengan Minat Anda
Passion bisa ditemukan dari sesuatu yang Anda senangi. Dari hal-hal yang Anda senangi, maka secara tidak langsung akan muncul motivasi untuk mengerjakan segala hal dengan total. Jadi tidak ada beban kerja sedikitpun dalam diri Anda, yang ada hanya perasaan senang karena Anda bisa menjalankan pekerjaan sesuai dengan minat Anda. Bahkan tak jarang seseorang rela mengerjakan sesuatu tanpa bayaran, karena kecintaannya pada bidang tersebut.
Perhatikan kemampuan Anda
Temukan passion Anda dari hal-hal yang mudah Anda kerjakan. Dari sana Anda bisa menemukan potensi yang sebenarnya Anda miliki. Bekerja sesuai dengan kemampuan atau potensi diri, akan memudahkan Anda dalam menjalankan tugas. Sehingga bisa mengurangi resiko stress kerja dan turunnya motivasi kerja. Oleh karena itu, kembangkan segala potensi dalam diri Anda, agar Anda bisa mengerjakan segala tugas dengan mudah.
Menikmati pekerjaan Anda
Cobalah untuk menikmati pekerjaan Anda, karena pekerjaan Anda menjadi salah satu proses untuk menemukan passion. Nikmatilah segala hal yang menjadi tugas Anda, kerjakan dengan total, pecahkan segala permasalahan yang menghambat kerja Anda, serta kembangkan pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan Anda saat ini. Dari situ Anda bisa menemukan passion yang sebenarnya Anda cari. Karena passion bisa tercipta dari kebiasaan yang Anda nikmati.
Tentukan mimpi Anda
Mimpi yang Anda tentukan, akan mempengaruhi pola pikir Anda. Jika Anda bermimpi menjadi seorang entrepreneur sukses, maka secara tidak langsung dari sekarang Anda akan tertarik untuk mulai membaca buku-buku tentang wirausaha, mengikuti pelatihan bisnis, serta mencoba memulai sebuah usaha. Begitu juga dengan passion, hal tersebut akan terbentuk ketika Anda sudah menentukan tujuan-tujuan yang sebenarnya Anda minati.
Perluas pengetahuan Anda
Jika sampai saat ini Anda belum menemukan passion Anda, sebaiknya perluas pengetahuan dengan membaca atau mencoba berbagai pengalaman baru. Semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki, maka akan memudahkan Anda untuk mengetahui apa yang membuat diri Anda selalu antusias dan termotivasi untuk melakukan suatu pekerjaan.
Kerjakan dengan total
Kerjakan segala pekerjaan dengan total, jangan hanya setengah-setengah. Tunjukan antusias Anda dalam mengerjakan segala tugas, dan selalu fokus pada pekerjaan Anda. Sebab, cara ini bisa menumbuhkan kecintaan Anda pada pekerjaan yang dijalankan saat ini.
Mungkin sekian dulu tips-motivasi bisnis untuk kesempatan kali ini. Akhir kata, temukan passion dalam setiap pekerjaan yang Anda tekuni. Karena passion bisa terbentuk dari proses panjang yang Anda nikmati. Tetap fokus untuk mencapai goal yang menjadi mimpi Anda, dan jangan pernah mengenal kata menyerah. Semoga informasi ini, bisa menjadi inspirasi bagi Anda. Salam sukses.

Sumber: http://bisnisukm.com/sukses-meningkatkan-motivasi-kerja-dengan-passion.html

Your passion is NOT what you are good at it is what you enjoy the most

Passion adalah segala hal sangat, sangat, sangat diminati sehingga tidak pernah terpikir untuk tidak mengerjakannya.
Tante Obin yang sejak saya masih SD sampai hari ini masih terus menekuni & menyempurnakan koleksi kain nusantara sembari menghasilkan karya otentiknya.

Idola saya dari tahun 80an, Indro Warkop yang dalam setiap kesempatan berusaha membuat orang tertawa, atau paling tidak tersenyum, bahkan tanpa dibayar sekalipun. Sahabat saya, Ligwina Hananto yang seolah punya energi terbarukan setiap kali bicara soal pengelolaan keuangan keluarga dan kampanye #stoppemiskinan di radio, TV, kantor-kantor, acara-acara dan dalam tulisan. Itu manifestasi passion!

Jangan berpikir passion sama dengan hobby. Memang mirip tapi tidak sama. Bisa diibaratkan hobby adalah “pekarangan” passion. Dari pada sekedar bermain di pekarangan saja, kenapa tidak masuk ke dalam rumahnya sekalian?

Passion adalah anak tangga pertama sebuah perjalanan karir. Oh, jangan menyamakan pekerjaan dengan karir. Pekerjaan adalah alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dan alat bagi individu untuk terus tumbuh sebagai pribadi & professional. Karir adalah mengenai diri sendiri. Karir bicara soal pemenuhan kebahagiaan & ketercapaian (fulfillment). Siapa pun bisa dipecat dari pekerjaan namun tidak akan bisa dipecat dari karir. Your career is yours, your career is you.

Kerja tanpa passion = Kerja tanpa karya. Tanpa passion, semua aktivitas hanya sekedar untuk pemenuhan kebutuhan minimal memperoleh gaji, pangkat, fasilitas kerja dan atribut lain. Tidak ada kesenangan berkarya.Tidak ada keasyikan merasakan hal-hal baru. Tidak ada desakan dari dalam diri untuk terus-menerus menjadikan diri lebih baik. Semua dilaksanakan atas nama uang, kebutuhan & keterpaksaan.

Bekerja dengan passion = bekerja dengan hati. Berkontribusi dengan makna. Dengan passion, aktivitas paling menantang sekalipun akan menyenangkan. Uang, pangkat, pengakuan dan segala atribut lain yang berdatangan hanya dipandang sebagai by-product. Gratisan-pun OK. Bangun tidur diawali dengan semangat melakukan hal yang paling diminati dalam hidup ini. Kerja, bermain, beristirahat seolah menyatu.

Memahami Passion Dalam Bekerja

Mungkin kita masih ingat bagaimana Thomas Alpha Edison, salah satu penemu besar sepanjang sejarah manusia, dikenang karena kecintaannya pada pekerjaannya. Passion yang dimilikinya dalam bekerja begitu luar biasa. Kalau dia sudah berada di laboratoriumnya, rata-rata tidurnya cuma empat jam sehari. Tidak jarang dia bisa terjaga hingga 48 dan bahkan 72 jam kalau penemuannya mendekati penyelesaian. Dalam kasus penemuan lampu listriknya yang terkenal, ia melakukan ribuan eksperimen untuk menentukan material yang sesuai. Orang yang memiliki passion, memang merasakan keterlibatan yang mendalam dengan pekerjaannya. Mereka bisa ‘senang’ bekerja, meskipun harus dengan waktu dan tenaga ekstra. Tidak heran, cukup banyak organisasi yang menggunakan passion ini sebagai salah satu nilai-nilai yang perlu dianut oleh karyawannya. Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan passion? Apa dampak passion seseorang pada bawahannya, rekan kerja atau timnya?
Passion adalah perasaan positif yang kuat yang secara sadar dialami seseorang saat melakukan aktivitas yang sekaligus juga terkait dengan peran yang dianggap bermakna dan penting bagi identitas diri seseorang (Cardon et al., 2008). 
Ada dua elemen kunci di sini: Pertama, kehadiran passion sebagai perasan positif dan intens yang selalu hadir. Kemunculannya bukan pada waktu-waktu tertentu (episodic) atau muncul secara tiba-tiba karena dipicu sesuatu. Kedua, passion tidak sekadar emosi positif yang dirasakan oleh seseorang, tapi juga terkait dengan hubungan identitas antara orang tersebut dengan pekerjaan atau perannya dalam pekerjaan. Identitas di sini berhubungan dengan makna yang diperoleh seseorang saat ia memerankan satu posisi, atau menjalankan pekerjaan tertentu. Seorang yang menjadi kepala departemen misalnya, akan mengalami perasaan positif dan intens atas departemennya, dan perannya sebagai “kepala” merupakan bagian utama dari identitas dirinya. Orang semacam ini melihat seuatu tentang departemennya yang tidak dilihat oleh orang lain, merasakan apa-apa yang terjadi pada departemennya dan mencoba menjaganya secara pribadi. Kegagalan atau kemunduran departemennya, adalah kemunduran dirinya.

Dalam banyak penelitian ditemukan, orang yang memiliki passion, apapun profesinya, cenderung untuk lebih berhasil. Passion membuat individu terpinspirasi untuk bekerja lebih keras dan memiliki efek yang lebih baik pada lingkungan sekitarnya.Passion juga dianggap punya pengaruh yang kuat pada kreativitas, kekukuhan (persistence) , dan tenggelam dalam pekerjaannya (occupied) (Cardon et al, 2005). Dalam kondisi passion, seseorang juga merasa positif untuk menetapkan sasaran yang menantang bagi dirinya. (Seo, et al., 2004). Artinya, ia ingin mencapai sesuatu yang bernilai yang bisa saja tidak mudah. Tapi, justru itu yang dicari ! Saat individu itu mendapatkan masalah dalam upaya pencapaian sasarannya, ia biasanya memanfaatkan kreativitasnya. Bila untuk sasaran itu dibutuhkan waktu yang lama, ia akan terus bertahan, mencoba dan mencoba lagi (Sy et al., 2005). Inilah yang menjelaskan mengapa para inovator disebut-sebut memiliki passion yang besar pada pekerjaannya. Seperti contoh kita di awal tadi, kita mungkin tidak bisa hidup dengan nyaman seperti sekarang menggunakan lampu listrik kalau passion Thomas A. Edison tidak begitu kuat. Kita juga mungkin tidak akan terbang dengan pesawat terbang seperti sekarang bila Orville dan Wilburgh Wright – penemu pesawat terbang bertama - bertahan 13 tahunan untuk bisa menerbangkan mesin yang mereka ciptakan. Passion seakan memberi tenaga kepada siapapun dalam menjalankan pekerjaannya. Mereka akan melakukan apapun yang dipandang perlu untuk merealisasikan visi mereka (Chang, 2001; Shane, 2003)

Tunjukkan Passion Anda


Individu berbeda dalam mengatur pengalamannya atas perasaan dan emosi seperti passion. (Gross 1998). Begitupula dalam hal kemampuan mereka mengontrol ekspresi atau menunjukkan afeksi tersebut saat mereka mengalaminya. Kadang-kadang, ada orang yang tidak ingin terlihat ia sedang mengalami satu kondisi emosi tertentu, karena norma-norma sosial atau memang ia berkeinginan untuk menyimpannya saja ketimbang menunjukkannya. Sebaliknya, ada juga orang yang menampilkan pseudo-emotions. Orang-orang ini, justru menyajikan ekspresi yang berbeda dari apa yang dialaminya secara emosionil.
Umumnya individu akan mengekspresikan hal-hal yang positif, ketimbang yang negatif, saat ia berada dalam lingkungan yang relatif dekat. Dengan teman, dengan kolega kerja atau dengan keluarga. Dalam bekerja, tunjukkanlah passion anda ke lingkungan terdekat anda. Apalagi sebagai seorang atasan. Berbagi passion ini; dengan menerapkan sasaran yang lebih menantang, dan sebagainya, akan menunjukkan komitmen anda dan menularkannya kepada bawahan anda. Secara bersama-sama, anda akan berupaya mencapai sasaran yang relevan untuk mempertahankan afektif positif ini. Pada gilirannya, ini akan meningkatkan kerjasama, mengurangi potensi konflik dan meningkatkan kepuasan saat bersama-sama mencapai apa yang diinginkan.
Meskipun begitu, ada yang tetap harus diwaspadai bila kita dalam kondisi passion. Karena sedang berada dalam kondisi positif, kerap kita kurang awas dalam memproses informasi. Cenderung membuat kita puas diri (complacency), dan merasa segala sesuatunya sudah aman. Dalam taraf yang lebih tinggi, kita kadang menjadi terobsesi dan lupa berbagai efek negatif atas langkah yang kita jalankan. Passion, OK, tapi kalau terobsesi, ceritanya jadi lain.

Passionnate: YES, Obessesed ; NO


Bila kondisi passion seseorang berlebihan, maka dampaknya bisa disfungsional. Mungkin orang akan persistence, kukuh, mempertahankan apa yang tadinya ingin dijalankannya meskipun ada banyak fakta yang menunjukkan dia di jalan yang salah. Dalam manajemen pengambilan keputusan, ini dikenal dengan irrational escalation of commitment. Saking terobsesinya, kadang-kadang orang ingin membuktikan bahwa apa yang diputuskan dan dijalankannya memang hal yang tepat. Rumitnya, semakin seseorang merasa bertanggung jawab atas satu kegagalan, semakin ia merasa kukuh dengan keputusannya. Ia merasa harus terlihat konsisten dengan ap a yang sudah dikatakan dan diputuskannya. Kalau kita tidak bisa membedakan kapan dan mana situasi kita perlu kukuh dan mana yang tidak, tentu situasi tambah runyam. Misalnya, seorang pengusaha yang sudah ”kejebur” berinvestasi 1 miliar, namun progres usahanya belum terlihat baik, cenderung untuk menambah investasinya karena kegigihan yang dimiliki. Ujung-ujungnya, si pengusaha ini bisa gagal (terlibat hutang ?!). Terobsesi, juga memberi masalah dikaitkan dengan respon kita atas kegagalan. Seringkali kita tidak siap melihat kenyataan kita gagal dalam satu pencapaian. Jadi, To be passionate, but not obsessed; to be determined, bu not to define ourselves by either our succesess or our failures (Shih, 2008). Dengan begini, secara mental dan emosionil kita tetap bisa resiliens (tahan uji) dalam menghadapi kegagalan dan berbagai kendala.
(sumber: http://www.ooh-gitu.com/)